PB, Lumajang — Ratusan mahasiswa dan mahasiswi baru STIE Widya Gama Lumajang menerima materi kuliah umum tentang Kebhinekaan dari Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban, Kamis (12/9).

Pemberian materi kuliah umum itu dimaksudkan untuk menghindarkan disintegrasi bangsa khususnya melihat perkembangan permasalahan isu rasisme terhadap orang Papua yang sempat berakibat kerusuhan di beberapa tempat di wilayah papua.

Kapolres Lumajang dalam materinya mengatakan sangat mudah sekali memecah belah bangsa Indonesia bila warganya tidak memiliki jiwa Bhinneka Tunggal Ika.

Pasalnya kata dia, bangsa Indonesia terdiri dari ribuan suku, ratusan bahasa dan agama yang berbeda-beda.

“Cukup eksploitasi salah satu perbedaan itu, maka dengan mudahnya tercipta kubu-kubu yang menyebabkan Indonesia terpecah belah,” ujar AKBP Muhammad Arsal Sahban.

Dia juga menjelaskan bahwa jika ingin memecah belah suatu kelompok, maka yang dieksploitasi adalah perbedaan-perbedaannya sehingga akan terjadi perkelahian diantara mereka.

“Tapi kalau kita ingin kelompok tersebut kompak dan bersatu maka kesamaan-kesamaannya yang di angkat dan di eksplor. Demikian juga kalau bila ingin melihat sebuah negara tetap tegak, maka persamaan-persamaannya yang harus kita kedepankan. Munculkan slogan ‘kita semua bersaudara’, kemudian semboyan kita tentang Bhinneka Tunggal Ika harus terus digaungmgkan kepada generasi muda kita,” jelas Arsal.

(Redaksi)

loading...