PB, Jakarta — Pimpinan Bani Majengjeng Hemereketehe ternyata sudah pulang dari kunjungan pengabdian ke Vatikan. Setelah habis dicincang netizen ihwal jualan ‘Humanitarian On Islam’ ala Majengjeng, kini yaqult kembali berkicau.

Yaqult sekarang tidak mengatasnamakan pimpinan Bani Majengjeng, tetapi mengaku ketua DPP Partai Kardus Durian. Dalam keterangannya, yaqult nampak bertindak sebagai ‘Harder’ yang menyalak kencang.

Buru-buru, yaqult membuat narasi penusukan wiranto adalah skenario nyata kelompok radikal untuk membuat tertib sosial menjadi kacau. Kelompok ini, menurut Yaqult, harus dilawan dan ditumpas hingga akar-akarnya. Lebih jauh, komandan Majengjeng ini menyebut ada kelompok teror dengan ideologi dan tujuannya untuk mendirikan negara khilafah.

Ini darimana ente ngarang tentang Islam radikal ? Inginkan khilafah ? Darimana ? Ah, asbun aja ente.

Hellouw ? Yaqult, ini cuma tentang satu orang lelaki tua, usia sudah diatas 70 tahun yang ditusuk, itupun tidak mati. Bahkan, kanal berita menceritakan dengan banyak versi yang berbeda.

Tertib sosial yang bagaimana ? Insiden Wiranto ini tidak ada seujung kukunya dengan yang terjadi di Wamena. Saat saudara muslim di Wamena dibantai, dibakar, dijarah, diusir, ribuan terpaksa mengungsi, ente Kemana aja ? Masih pules nginap di hotel Vatikan ?

Di Papua jelas meminta merdeka, pelaku juga jelas OPM, mereka juga tegas menantang NKRI dan secara khusus menantang Bani Majengjeng mereketehe, ente kok bungkam ? Ini mau ikut nimbrung cari panggung ya ? Pingin jadi menteri lewat jalur partai ya ?

Untuk urusan tertib sosial di Wanena itu sudah Ancur, tidak ada rasa aman dan jaminan keamanan dari negara. Katanya elu paling NKRI ? Kirim dong Bani Majengjeng hemereketehe ke Wanena, kasih keamanan dan rasa aman warga Wamena. Jangan cuma sibuk jagain gereja dan dangdutan melulu.

Lihat anak buah ente, sudah latihan di lumpur, penyamaran pakai klaras, plastik asoy, pawai pakai meriam kardus tapi Ga pernah perang. Kirim saja ke Wamena, biar perang beneran jangan cuma perang-perangan sambil nyanyi ‘Jum Jumareka Aremana Jeng Jeng’.

Gunakan senjata gedebok pisang andalan Bani Majengjeng untuk melumat teroris OPM di Papua. Kepung OPM dan ultimatum agar menyerah. Jangan hanya sibuk melumat lendir Vatikan. Ngalap berkah itu ke ulama bukan ke pendeta.

Aneh saja orang satu ini, setiap ngomong ocehannya tak nyamBung. Jaga sembung bawa golok, Ga nyamBung.

 

Oleh : Nasrudin Joha

loading...