PB, Kendari – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Adat Tolaki (DPP LAT) Sulawesi Tenggara (Sultra), H. Masyhur Masie Abunawas menyesalkan terjadinya kerusuhan dalam aksi demonstrasi yang dilakukan Konsorsium Masyarakat Tolaki Mepokoaso (KMTM) Sultra, Kamis kemarin

Kata dia, bahwa aksi yang berujung tindakan anarkis dengan pengrusakan fasilitas umum tersebut mestinya tidak perlu terjadi.

“Kalau aksi demonstrasi kan hal yang biasa saja. Tapi, cara mereka menyampaikan aspirasinya yang dibarengi dengan kericuhan, itu yang tidak benar,” ujar mantan Wali Kota Kendari itu, seperti dikutip kiatnews, Jum’at (18/9).

Lebih lanjut, MMA juga mengimbau kepada seluruh masyarakat suku Tolaki di Sultra agar tetap menahan diri dari hal-hal yang mengakibatkan perpecahan antar sesama. Jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu perpecahan.

“Saya juga mengimbau kepada seluruh warga masyarakat Tolaki di Sultra supaya jangan terpancing yang bisa menimbulkan adanya keresahan, perpecahan diantara kita semua,” imbaunya.

MMA juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Kendari terkena dampak dari kerusuhan tersebut.

“Saya juga memohon maaf atas akibat, yang terjadi kemarin, dengan adanya kerusakan maupun hal-hal yang merugikan pihak- pihak tertentu,” ucapnya.

MMA juga mengaku bahwa pada Kamis malam (17/9), dirinya telah bertemu dengan Kapolda Sultra dan Kapolres Kendari untuk membahas persoalan kerusuhan yang terjadi saat KMTM melakukan aksi demonstrasi.

Hanya saja, Kapolda Sultra tak menyampaikan apakah ada kendala yang dihadapi dalam menangani kasus penghinaan Suku Tolaki tersebut, sehingga terkesan lamban prosesnya.

Di tempat yang sama, Sekjen DPP LAT Sultra, Bisman Saranani menyampaikan kepada masyarakat agar tidak salah persepksi. Persoalan yang terjadi bukan persoalan suku, namun perkara hukum yang dilakukan oleh oknum tak bertanggungjawab (penghinaan suku).

“Ini bukan masalah suku, tapi perkara hukum. Persoalan pencemaran nama baik, kebetulan yang dihina ini suku Tolaki. Jangan sampai ada salah pemahaman di antara suku-suku yang ada di Kota Kendari, bahwa ini kita mau berhadapan antar suku yang satu dengan yang lain. Tidak, ini semata-mata oknum yang kita tuntut,” ujar mantan anggota DPR Kota Kendari ini.

Kepada aparat kepolisian, Bisman Saranani meminta dengan tegas, agar menuntaskan kasus penghinaan suku yang telah dilaporkan lembaga kepemudaan Suku Tolaki ke Polda Sultra.

Bisman juga mengajak kepada seluruh masyarakat Sultra, khususnya masyarakat Suku Tolaki untuk medulu (berkumpul), mepokoaso (bersatu), merongaronga (bersama-sama) dalam bingkai Kalo Sara.

“Kepada saudara-saudara kami paguyuban lain, mari kita kerjasama membangun komunikasi untuk ketentraman Ibu Kota yang kita cintai ini,” tutupnya.

Harapan yang sama juga diungkapkan Ketua DPD LAT Kota Kendari, Sri Yastin. Ia sangat menyayangkan dengan apa yang telah terjadi kemarin, sehingga menimbulkan keresahan masyarakat Kota Kendari.

“Yah, kita berharap ini tak terjadi lagi,” jelas Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kendari ini.

(Red/KN)

loading...