PB, Istanbul – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Dewan Eropa Charles Michel pada Kamis berbincang melalui telepon guna membahas isu sengketa di Mediterania Timur.

Dilansir Anadolu Agency, Jum’at (18/9), dalam percakapan itu, Erdogan mengatakan kepada Michel bahwa Turki berharap Uni Eropa dan negara-negara anggotanya mengadopsi sikap yang objektif dan konsisten tanpa terprovokasi pada semua masalah regional, terutama di Mediterania Timur, ungkap sebuah pernyataan dari Direktorat Komunikasi Turki.

Erdogan menegaskan kembali bahwa Turki terbuka untuk solusi yang melindungi hak-hak semua pihak dengan dialog dan negosiasi yang bersahabat berdasarkan keadilan.

Dia juga menggarisbawahi bahwa negaranya akan terus melindungi semua hak dan kepentingannya dengan tegas di mana saja dan setiap saat terhadap semua inisiatif yang mengabaikan haknya dengan langkah sepihak.

Kedua pemimpin itu juga membahas hubungan Turki-Uni Eropa (UE) dan perkembangan regional lainnya, lanjut pernyataan itu.

Yunani dan negara-negara lain mencoba untuk menguasai wilayah maritim Turki dan hak eksplorasi energi, meski tidak ada negara yang memiliki garis pantai yang lebih panjang di kawasan Mediterania.

Turki secara konsisten menentang upaya Yunani untuk mendeklarasikan zona ekonomi eksklusif yang sangat besar, melanggar kepentingan Turki.

Ankara juga mengatakan sumber energi di dekat pulau Siprus harus dibagi secara adil antara Republik Turki Siprus Utara (TRNC) yang telah mengeluarkan lisensi perusahaan minyak negara Turki, Turkish Petroleum dan pemerintahan Siprus Yunani di Siprus Selatan.

Dialog untuk berbagi sumber daya ini secara adil akan jadi solusi bersama bagi semua pihak.

 

(Red/AA)

loading...