PB, Brebes – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) Jose Rizal mengatakan, potensi yang dimiliki desa-desa di Indonesia sangat melimpah.

Untuk itu kata dia, seharusnya tidak ada dalam kamus istilah masyarakat miskin di Indonesia.

“Potensi desa melimpah, baik sumber daya alam yang memang sudah dihadiahkan Sang Pencipta, maupun sumber daya manusia yang sangat kreatif. Sayangnya sumber daya ini tidak terkelola dengan baik,” ujar Jose Rizal kepada wartawan saat ditemui di Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Selasa (30/3).

Untuk diketahui kehadiran Jose Rizal yang memimpin Tim Asprindo di Jawa Tengah selama 5 hari dalam rangkaian kunjungan ke desa-desa, khususnya di Kabupaten Tegal, Pekalongan, dan Brebes terkait program Kampung Industri Asprindo.

Meski sumber daya melimpah, Jose menilai masyarakat pedesaan umumnya belum bisa memanfaatkan sumber daya itu secara optimal.

“Di sebuah desa di Pekalongan misalnya, kami menemukan masyarakat desa yang memiliki kebun teh yang sangat luas. tapi karena mereka tidak memiliki pabrik sendiri, maka proses pengolahan, pengemasan dan penjualan sangat tergantung pada pihak lain. Ketergantungan ini kemudian melahirkan daya tawar lemah,” urai Jose.

Ia juga menemukan banyak produk unggulan yang sebetulnya memiliki pasar sangat luas, bahkan internasional, tapi tidak mampu menjangkau pasar-pasar itu.

“Beras hitam dan bawang hitam, contohnya,” sebutnya.

Dia menerangkan bahwa Kampung Industri merupakan program utama Asprindo yang membawa misi untuk meningkatkan perekonomian desa, dengan membangun industri dari pproduk unggulan setempat serta menjadikan masyarakat desa dan pengusaha UMKM sebagai pelaku utama sekaligus pemilik industri.

Jelas dia, saat ini terdapat 4 jenis industri yang menjadi prioritas pengembangan Asprindo, yakni industri agro/pertanian, perikanan dan kelautan, peternakan hingga industri pariwisata.

“Khusus yang terakhir ini, tampaknya menjadi skala prioritas mengingat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah memberikan kesempatan kepada Asprindo untuk bermitra dalam mengembangkan desa-desa wisata di Indonesia,” jelasnya.

Dia juga mengatakan bahwa dari desa-desa yang dikunjungi Tim Asprindo, umumnya sudah dikaruniai alam yang indah, dengan kontur perbukitan, sumber mata air dan air terjun, serta dukungan ekonomi kreatif berbagai macam kuliner, wastra dan kriya.

“Tugas Asprindo adalah melakukan pendampingan, menciptakan nilai pasar, bantuan manajemen, sinergi dengan pengusaha menemgah yang juga anggota Asprondo, akses pasar, dan memgupayakan stimulus dari pemerintah, dalam hal ini kementrian terkait,” imbuhnya.

Jose juga berharap pemerintah secara serius membuat kebijakan yang berpihak pada masyarakat desa dan pengusaha UMKM.

“UMKM naik kelas, kiranya tidak sekadar menjadi slogan,” kuncinya.

(Red)

loading...