PB, Jakarta – Isu perombakan kabinet Indonesia Maju jilid 2 menguat pekan ini, menyusul adanya keputusan penggabungan Kemendikbud dan Kemenristek serta pembentukan Kementrian Investasi.

Konon, istana juga akan melakukan penggantian beberapa menteri.

Rencana reshuffle kabinet ini pun mendapatkan banyak tanggapan dari banyak pihak.

Dari dunia usaha, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) Jose Rizal mengatakan bahwa perombakan kabinet itu biasa.

“Jika tidak efektif, mengapa harus dipaksakan jalan terus? Masih banyak orang yang kompeten untuk mengisi posisi-posisi tertentu,” ujarnya, Kamis (15/4).

Hanya saja menurut Jose, Presiden Joko Widodo harus benar-benar akurat memilih pembantu-pembantunya agar tidak sampai keliru dua kali.

“Sekarang waktunya pemilihan menteri bukan lagi didasarkan pertimbangan politik. Masyarakat butuh orang kompeten di bidangnya dan benar-benar mau kerja, turun ke lapangan, memiliki program yang jelas untuk mensolusi permasalahan bangsa,” ujarnya lagi.

Menurut Jose, pandemi masih berlangsung, sementara kondisi ekonomi masyarakat benar-benar megap-megap.

“Tapi banyak pejabat yang masih bekerja as usual, hanya duduk di belakang meja,” tukasnya.

Sebagai pemimpin organisasi yang membawahi para pengusaha UMKM, Jose merasakan benar denyut kehidupan masyarakat kecil, khususnya pengusaha UMKM.

” Kalau kita lihat tahun lalu, alokasi anggaran untuk UMKM sangat besar. Tapi ke mana dana-dana itu? Seberapa banyak yang terserap? Nggak ada yang sampai ke kami. Pengusaha Asprindo yang notabene pengusaha UMKM tidak merasakan stimulus ekonomi yang digulirkan presiden. Itu berarti ada yang berjalan tidak efektif dalam tubuh pemerintah,” ungakpnya.

Program Kampung Industri

Asprindo sendiri, menurut Jose, memiliki program yang jelas. Asprindo menggagas Kampung Industri. Kampung industri berbasis produk unggulan setempat, dengan mendirikan badan usaha yang stakeholder-nya masyarakat setempat di bawah supervisi pengusaha bumiputera anggota Asprindo di wilayah masing-masing.

“Semua masih dalam tahap rintisan. Tapi visi dan misinya jelas, ingin membuat UMKM naik kelas. Bukan sekadar jargon. Kami bekerja, turun ke lapangan secara langsung untuk melihat potensi dan produk unggulan masyarakat. Kami akan mengajak masyarakat setempat dan UMKM di wilayah itu untuk berdaya secara bersama-sama, dari urusan produksi hingga menjangkau pasar,” terangnya.

Kerja ini, menurut Jose, butuh dukungan pemerintah baik dalam bentuk kebijakan maupun bantuan langsung.

“Asosiasi kami bukan berisi pengusaha besar seperti organisasi tetangga. Kami membina UMKM yang saat ini kondisinya terpuruk. Kalau tidak mengharapkan bantuan pemerintah, lalu kepada siapa kami bisa berharap?” imbuhnya.

Karena itu Jose menginginkan, presiden Joko Widodo memilih orang-orang yang benar-benar memahami persoalan di akar rumput.

“Kami butuh partner, kami butuh dukungan. Dan rasanya kita butuh menteri model pak Sandi (Sandiaga S Uno – red), memiliki basis keilmuan dan pengalaman yang yang cukup, tapi sekaligus pekerja keras. Dan itu dibuktikan dengan rekam jejak dia di dunia usaha. Presiden butuh banyak pembantu seperti ini,” kuncinya.

(Red)

loading...