PB, Bekasi – Usaha tukang bubur pingin naik haji bukan pakai kalimat sim salabim adakadabra tapi membutuhkan perjuangan yg panjang. Duit dikumpulkan sedikit demi sedikit. Terkadang keinginan yg lain dikalahkan hanya gegara ingin mengumpulkan duit untuk pergi haji. Sedikit demi sedikit bertahun-tahun dikumpulkan seperak dua perak terkumpul dengan susah payah.

Setelah terkumpul hati jadi lega pergi ke bank menyetor ongkos naik haji untuk bisa dapat nomor kursi agar bisa berangkat haji. Betapa gembiranya sambil mrngucapkan syukur pada Allah diumumkan si Tukang Bubur bisa haji tahun 2021.

Namun apa mau dikata, pengumuman pemerintah BIPANG bahwa tahun 2021 haji dibatalkan karena PANDEMI. Padahal Kerajaan Saudi belum mengumumkan bahwa Indonesia bisa berangkat atau tidak. Namun pemerintah alias rezim BIPANG sudah merasakan bahwa dirinya belum melunasi BEA ADMINISTRASI HAJI. Mau hutang gak dikasih lagi sama Saudi. Maklum rezim raja HUTANG. Maka jalan satunya MEMBODOHI UMAT dengan Pandemi Covid 19.

Sudah menjadi rahasia umum, dana haji sudah habis terpakai untuk infrastruktur. Dan itu sudah di akui oleh sang tua bangka yg gila jabatan mantan ulama. Malah dia mengakui bahwa dia yg menyetujui dan menandatangani pemanfaatan dana haji tersebut untuk infrastruktur. Tanpa minta ijin kepada yg punya dana. NERAKA JAHANNNNAM mereka yg memanfaatkan dana haji itu sehingga para CALHAJ gak bisa berangkat di thn 2021. Bisa jadi 2022 akan mengalami hal yg sama seperti tahun ini. Duit udah habis mau bimana?

Jadi si TUKANG TIPU melalui anak buahnya di KEMENAG MEMBODOHI umat cukup berhasil. Ini terlihat tidak ada protes umat kepada rezim BIPANG ini karena membatalkan haji. Umat terlalu baik dengan KEDZALIMAN ini. Pertanyaaannya, sampai kapan mau bertahan dengan rezim dzolim ini ….?

Wallahu A’lam ….

Oleh : Moh. Naufal Dunggio
(Aktifis dan Ustadz Kampung)

loading...